Be My Teacher, Please! [Chapter 1]

BMT - KyuRa

Cast                : Kim Nara, Cho Kyuhyun, Super Junior Members, And Others

Rate                : PG-16/Straigth

 

Annyeong….!!!

Ini FF series pertamaku… yang sebelumnya udah pernah aku post di SJFF…

Semoga suka ^^…

NB : di chapter ini, aku masih menggunakan POV yang berbeda…

 

 

-This story is presented by Tiara-

-Wine137-

 “BMTP” Chapter 1

 

 

Author POV

Cheongdam-dong, Gangnam, Seoul

-Kim’s Mansion-

 

           

“Eommaaaaaaaa….. di mana sepatuku?” teriak seorang yeoja dari kamarnya.

“Eommaaa…. kaus kakiku, di mana?” teriaknya lagi sambil memakai bajunya dengan tergesa-gesa.

“Bukankah di bawah bantalmu itu?” Nyonya rumah itu berdiri di depan pintu kamar yang seluruhnya berwarna biru langit,  melihat anaknya yang sedang jungkir balik mencari kaus kakinya.

“Ah, jinjja? Aku lupa.” dengan tampang super polos, yeoja itu tersenyum ke arah Nyonya Besar di rumah itu, yang tak lain adalah Ibunya. Ia mengangkat bantal dan mengambil sepasang kaus kaki berwarna beda dengan panjang selutut, “Kenapa kau di sini? Sejak kapan aku perintahkan kau untuk bersembunyi, huh?” omelnya pada kaus kakinya yang hanya diam tak menjawab. #ya iyalah, benda mati itu mah

“Apa kau akan terus seperti ini, hum?” sang Ibu mendekatinya yang tengah memakai kaus kaki sambil berdiri (?). Namun, yeoja itu hanya tersenyum mendengar pertanyaan Eomma-nya. Setelah selesai, dia mengambil tas ransel berwarna hitam yang tercampak di bawah kolong tempat tidurnya.

“Aku pergi Eomma, bye!” yeoja itu berlalu dari kamarnya, setelah mencium pipi Eomma-nya. Kim Min Hwa hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Yeoja ini bernama Kim Nara, anak bungsu dari dua bersaudara. Setiap hari, ia terlambat pergi ke kampus. Bagaimana tidak? Setiap hari yeoja ini tidur larut sekali, hingga bangun pagi pun juga telat. Orang-orang di rumah ini sudah terbiasa dengan sikapnya, bahkan Ibunya sudah lelah membangunkannya tiap hari, hingga akhirnya sang Ibu menyerah.

 

‘Cinta tak datang begitu saja,

Cinta hadir pada mereka yang mempercayainya,

Cinta terbentuk dari sebuah pertemuan!’

 

 

Kyung Hee University

 

“Business Management Faculty”

-Mathematic Economy Class-

 

 

“Gawat, aku terlambat! Kali ini habislah kau Kim Nara, Park Seonseongnim pasti sudah tiba di kelas,” aku terus berlari melewati koridor kelas. Hosh…..hosh…. le..he…lah sekalihhh. Huft! Tarik napas ,buang pelan-palan. “Wah, benar apa yang kubilang, si perut buncit itu sudah datang,” gumamku masih dengan napas yang terengah-engah. Kuberanikan diri untuk masuk ke dalam. Mungkin kali ini aku hanya tinggal nama. Good bye author!!! #gubraakk.

Sebenarnya, ini minggu ke-6 sejak aku menginjakkan kaki di Universitas Favorit ini. Entahlah, setiap pelajaran ini… aku selalu telat. Yeah… terhitung 1 bulan 2 minggu aku resmi menjadi mahasiswi kampus ini. Tepatnya, mahasiswi kejuruan manajemen bisnis. Entah aku kelak pandai berbisnis atau tidak, yang jelas… aku bersuka rela untuk masuk ke sini.

Tok…tok…tok

 

Ceklek!

 

 

“Pagi, Seonsaengnim! Mianhae, saya terlambat…..lagi!” tepat di kata ‘lagi’ aku seperti menggumam. Sejujurnya, aku agak ngeri melihatnya. Lihat, wajah murkanya menatap lurus ke arahku. Aku yakin, setelah ini, dia akan marah besar. Mengerang, bahkan berteriak menyebut namaku.

“Kim Naraaaaaaaaaa!!!” aku sudah siap siaga dengan kemungkinan buruk ini, kupasang headphone ke telingaku, “aku tak dengar, ya..ya..ya teruslah mengoceh!” batinku tersenyum. Wah…wah…! Apa ini, apa yang dilakukannya? Aku terkesiap melihatnya mendekatiku, aku melepaskan headphone-ku. Akan ada hujan badai sebentar lagi. Aku mohon hukumlah aku, asal jangan berbicara di hadapanku!

“SUDAH BERAPA KALI KAU TERLAMBAT, KAU PIKIR INI KAMPUS NENEK MOYANGMU, HAH?” teriaknya tepat di depan wajahku. Untunglah aku sudah siap mental, dan dengan sigap tadi aku mengambil bukuku untuk menutupi wajahku dari hujan badai yang dikeluarkan si perut buncit ini. Semua teman-temanku menertawaiku. Dua kali aku selamat. Apa lagi yang ketiga? Aku melihatnya mengambil sesuatu dari tasnya. Apa itu? Matematika?

Mwoooo? Buku? Tebal? ANDWAE! Tidak-tidak jangan matematika. Aku mohon, mengerjakan tugas cuma dua soal saja aku tidak bisa, apa lagi itu buku setebal Tembok Cina. Perasaanku semakin tak enak. Lihat! Dia menyuruhku masuk, aku semakin merasa kalau kematian akan menjemputku. Aku berjalan lambat, mungkin kalau diperkirakan siput bisa menang dariku, aku berharap bel istirahat berbunyi saat aku sampai di depannya. Tapi kelihatannya tidak, keberuntungan tak berpihak padaku hari ini. Mati kau, Kim Nara!

“Ada apa Seonsaengnim?” tanyaku sepolos mungkin, sebenarnya aku takut sekarang. Tapi, gengsi itu sangat penting. Kudengar dia menggeretakan gigi-giginya. Sudah pasti, setelah ini memang tak ada lagi harapanku untuk lolos darinya. Kudengar, jika sudah terlalu sering terlambat di saat dia mengajar di satu kelas, maka orang yang terlambat itu akan mendapat hukuman. Aku sendiri belum tahu hukuman apa yang akan diberikannya kali ini. Tapi, melihat buku ini… perasaanku semakin tidak enak. Jangan bilang… dia akan—

Brukk

 

Sudah kuduga, “Igeo….. Mwoya…. Seonsaengnim?” aku berpura-pura tidak tahu. Andai aku Harry Potter sudah kuhilangkan ingatannya itu. Yeah… atau sekarang aku hanya bisa berharap saja. Tidak… tidak… kali ini dia memang tidak akan mengampuniku. Tapi, tolong jangan matematika. Menyesal aku masuk jurusan ini. Tahu begini, tidak akan kuizinkan, Yesung Oppa mendaftarkanku di Fakultas Manajemen ini. SIAL!!!! Matematika… kenapa selalu ada di mana-mana? Menyebalkan!

“Berpura-pura? Meski kau hilang ingatan sekali pun, saya tetap akan menyuruhmu mengerjakan soal-soal  yang ada di dalam sana.” Tamat!!! Ini lebih buruk dari diserempet kuda. Hagh! Bahkan dia tahu apa yang aku pikirkan, sudah seperti dukun saja.

Seonsaengnim…. tidak bercanda, kan?” aku menggaruk-garuk kepalaku, bergoyang ke kanan dan ke kiri, seperti bernyanyi potong bebek angsa (?). Oh… abaikan kata-kata itu.

“Tidak….tidak. Mana mungkin saya bercanda. Selamat bekerja, waktumu tiga minggu dari sekarang… arasseo? Kalau tidak siap, MAKAAAA JANGAN HARAP KAU DAPAT NILAI DARIKU SAMPAI MASA SKRIPSIMU TIBA!!” ya ampun! Benar-benar tidak bercanda. Wajahnya sudah seperti King Kong yang mengamuk karena ditinggal Anne (cuplikan pilem kingkong 2). Kuingat, tadi malam kami menonton film ini bersama Yesung Oppa. Dan, wajah yang ada di hadapanku saat ini, persis seperti King Kong. Demi kebodohan Nobita, dia sangat mengerikan.

“Ye…Seonsaengnim. Saya akan mengerjakannya?” ucapku tersenyum simpul kepadanya dan membawa buku yang beratnya hampir tiga kilogram ini. Hei… aku bersumpah, ini memang berat. Aku berjalan ke tempat dudukku dengan langkah gontai, semua orang di kelasku seakan menertawaiku. Kubanting buku itu keras ke mejaku, membuat Seonsaengnim yang di depan sana kaget. Dia menatapku tajam, aku hanya memamerkan cengiran kuda ala Siwon Super Junior. Akhir-akhir ini, aku belajar meniru cengirannya. Entah berhasil atau tidak.

“Kenapa kau telat lagi dan kenapa kau tidak datang seminggu ini?” bisik yeoja di sampingku yang tak lain adalah sahabatku. Aku hanya mengangkat bahuku tidak peduli. Kutekuk wajahku dalam-dalam. Ketidakberuntungan hari ini, benar-benar membuatku frustrasi. Ya ampun… kenapa ada dosen seperti dia, di kampus ini. Menyesal aku mengikuti para princes untuk kuliah di sini. Ah… kenapa tak kuterima saja tawaran Appa, untuk kuliah jurusan seni di Donguk University. Kurasa aku tak akan menjumpai yang namanya ‘Matematika’. Oh… perutku terasa mual melihat buku itu.

***

Akhirnya berpuluh abad lamanya aku menantikan bel tanda kelas berakhir, dia datang juga ternyata. Aku menopang daguku ke atas meja. Sungguh, selama pelajaran berlangsung… pikiranku masih pada buku itu. Entah kenapa, perasaanku menjadi tidak karuan. Coba bayangkan! Bagaimana bisa aku mengerjakan seluruh soal di dalam sana, jika aku saja tak menyukainya? Bagaiaman ini?

“Sial! Kenapa harus pelajaran ini? Apa tidak ada yang lain?” aku merengek kesal, aku benar-benar membenci pelajaran ini. Bahkan melihatnya saja dari jarak 100 meter, perutku sudah mual. Apalagi mengerjakannya. SIAL!

“APA YANG HARUS AKU LAKUKAAAAANNN??” teriakku sambil mendongakkan wajah. Frustrasi stadium akhir!

“Nara-ya, jangan seperti itu. Tenanglah aku akan mengajarimu. Ok!” mwo? Mengajariku? Apa yang baru saja dikatakan si paruh ayam ini? Benar-benar ingin membuatku pingsan mendadak, ohk? Ya ampun, bicara apa dia?

Mwo? Kau bilang apa? Membantuku? Yaa… Han Ga In. Kita ini sama-sama bodoh, bagaimana bisa orang bodoh mengajari orang bodoh. Kalau sampai itu terjadi, maka aku pastikan kita akan terbaring lemah di rumah sakit jiwa. Kau mau?” aku mendecak kesal, apa-apaan dia, bahkan nilaiku lebih tinggi darinya, walau Cuma 0,1. Yeoja paruh ayam ini hanya tersenyum menampakkan giginya yang gisul itu.

“Aku lapar, Nara-ya. Jja… kita ke kantin?” ajaknya padaku yang kembali menumpukan daguku di atas meja. Aku mengiyakan ajakannya, karena sebenarnya aku juga sangat lapar, aku juga belum sarapan tadi pagi.

 

-Kyung Hee’s Canteen-

 

 

Ahjumma, ramen dua mangkuk beserta jus jeruknya!” pekikku sembari duduk di tempat biasa kami duduk. Yah, ini sudah menjadi tempat khususku, tak ada yang boleh mengganggu gugat. Atau…?

“Kyaaaaaaa….. tampan sekali! Whoaaaa….!!” aku mendengar para Sunbae tengah berteriak di lapangan. Aku tak mengacuhkannya. Aku mulai menyeruput jus jeruk yang baru saja datang. Makin lama makin dekat suara teriakan cemeng itu.

“Pasti namja-namja itu, aku yakin sekali!” gumamku sambil menyeruput jus jerukku lagi. Kantin seakan terasa sesak, kalau pekikan-pekikan itu terdengar. Oh… demi Neptunus, aku ingin membungkam mulut mereka dengan kaus kakiku yang cantik jelita ini. Biar mereka tahu rasanya.

Oppa! Kalian tampan sekali!” teriakan yeoja-yeoja ini membuat telingaku tuli. Aish! Aku tidak tahan dengan semua ini. Yeah… benar-benar membuat tuli. Lihat, mereka bahkan mengikuti pria-pria yang mereka katakan tampan itu… seakan menjadi pengawal. Memuakkan… sebegitu terkenalnya mereka rupanya. Aku masih tidak percaya, kenapa salah satu dari pria-pria sok tampan itu harus menjadi kakak kandungku. Sekali lagi, aku menyesal telah menguntitnya sampai ke sini. Ternyata benar yang dikatakan teman-temanku dulu sewaktu di SMA… para princes gadungan itu masih eksis sampai saat ini. Bahkan mereka sudah dijuluki princes dari mulai sekolah dasar. Sungguh diluar dugaan. Arghh… aku tidak tahan lagi!

Brakkk!

 

 

Aku membanting meja dengan keras, aku yakin semua mata sekarang tertuju padaku. Aku beranjak dari tempat dudukku, dan berjalan menuju meja para namja yang selalu membuat gendang telingaku menjerit juga. Rasanya, benar-benar ingin membua mereka tenggelam di dalam kolam ikan di belakang Fakultas Kedokteran.

“Yaa!! Kalian ini bisa tidak mengurangi pesona kalian satu hari saja? Aku bosan mendengar yeoja-yeoja itu berteriak, tiada hari tanpa berteriak, menyebut nama kalian. Cih! Membuatku ingin muntah,” omelku pada enam namja yang tengah terbengong melihatku berbawel ria. Aku yakin, sebentar lagi akan ada tawa menggelegar terdengar di ruangan luas ini.

“Buahahahahaha, kau cemburu?”Aku mengendus jengah, pernyataanku benar, bukan? Aku sudah terlalu menghafal perangai mereka, serentak mereka meledekku. Membuat wajahku semangkin memerah, rasanya kupingku sekarang mengeluarkan asap.

“Nara-ya, kau kenapa eoh? Lapar? Duduklah, Oppa akan mentraktirmu. Eottae?” Wah…wah si Ikan amis ini mau menyogokku ternyata! Aku tak mengacuhkannya. Kubuang arah pandangku ke samping, mulai mencibir tak senang. Jujur… aku muak!

“Kau tidak lelah, eoh? Setiap hari mengomeli kami karena yeoja-yeoja itu, huh?” tambah si Ikan teri sambil memainkan sedotan yang entah dari mana ia dapatkan, ah mungkin dia membawanya dari rumah. Peduli apa aku tentangnya?

“Itu sudah takdir kami Nara-ya, untuk menjadi princes di kampus ini,” ujar si kepala besar. Cih, takdir katanya? Aku melipat tanganku di atas dada. Menatap angkuh wajahnya yang kecil itu. Cih… dia mengerling padaku. Sudahlah, jangan bertindak sok manis di depanku. Aku sudah tidak ingin dirayu saat ini.

“Duduklah! Kau tak letih berdiri?” namja berkaus pink ini menarik lenganku paksa dan mendudukanku di sampingnya. Aku hanya mendengus kasar. Pintar sekali mereka merayu. Dan, entah kenapa setiap seperti ini… aku tidak bisa melawan lagi. Mulut mereka memang racun berbahaya. Ya ampun, aku ingin mereka divisum sekarang juga, untuk mengetahui berapa banyak lagi sisa hidup mereka di dunia ini.

Jebal! Bisakah kalian tidak buat keributan di kampus ini?” aku memelas dengan menyatukan kedua telapak tanganku. Yeah… mengingat seluruh mahasiswa di kampus ini dari mulai fakultas kedokteran hingga fakultas bahasa. Bak pangeran-pangeran dari kerajaan Inggris, mereka dipuja-puja. Seisi universitas ini sudah sangat teramaty mengenal mereka. Sialnya, mereka juga selalu mengkaitkanku pada keenam pria-pria ini. Menjijikkan!

“Tidak bisa!” Eoh? Apa mereka semua ini kembar? Haruskah mereka menjawab serempak begitu? Aku semakin kesal dengan ulah namja-namja playboy cap sol sepatu ini. Ingin rasanya meletakkan cuka ke dalam mulut mereka.

“Yesungie. Apa adikmu ini, seperti ini kalau di rumah?” tanya orang yang sudah dianggap sesepuh di gank mereka, alias leader mereka. Dia mencubit pipiku sesuka hatinya. Aku meringis kesakitan dan dia sama sekali tak memedulikanku. Sudahlah, jangan berpura-pura… setiap hari kalian tahu apa yang kulakukan di rumah. Sudah seperti penguntit saja.

“Setiap hari dia buat keributan di rumah, jadi aku sudah terbiasa dengan hal sekecil ini,” Whoa lihat! Si kepala besar ini mulai membocorkan rahasiaku. Ck..ck…ck, aku memutar bola mataku kesal. Jika dia bukan Oppaku, maka saat ini sudah kupastikan mulutnya yang kecil itu aku cincang-cincang, dan memberikannya pada kelinci-kelinci kesayanganku di rumah.

Waeyo Nara-ya?” tanya namja berkaos pink ini. Yah, namanya Lee Sungmin. Dia namja favoritku di grup ini. Ehm, sedikit kuceritakan tentang enam namja yang katanya TAMPAN ini. Mereka sahabat sejak kecil, Yesung dan Leeteuk Oppa sekelas, sekarang mereka semester tujuh. Sungmin, Eunhyuk dan Donghae Oppa satu kelas disemester lima, walau Sungmin Oppa yang lebih tua. Sama halnya seperti Leeteuk dan Yesung Oppa. Dan Ryeowook Oppa, dia di semester tiga sekarang. Aku sendiri masih disemester satu. Itu sekilas perkenalan saja, aku tak mau melanjutkan. Bisa-bisa aku muntah mendadak. Satu hal yang harus kalian tahu, mereka suka kalau aku menderita. Itu sudah hobi mereka dari jaman kakek buyut Spongebob. Menyebalkan!

Aniya……tidak apa-apa Oppa, anggap saja itu tadi nyanyianku untuk kalian. Hum?” aku tersenyum sinis menatap wajah namja-namja yang kini telah duduk mengelilingiku. “Omona, Ga In?” aku menepuk dahiku, aku berdiri dan mencari sosok yeoja yang aku tinggali di mejaku, “Han Ga In!” pekikku, memanggilnya dan melambaikan tanganku agar dia datang bergabung. Terang saja, dia langsung beranjak dari tempat duduk dan berjalan menuju meja kami. Kulihat dengan jelas, dia berlari… kurasa ingin cepat-cepat menghampiri meja khusus para princesi.

Annyeong, Oppadeul!” sapanya tersenyum simpul. Demi kepintaran Conan, aku ingin muntah melihatnya tersenyum malu-malu seperti itu. Yeah… benar saja dia begitu. Ada seseorang yang sangat dia kagumi di sini. Seseorang yang dari jaman SMA sudah membuatnya tergila-gila. Ah… sudah-sudah, ini terlalu berlebihan.

Annyeong, Ga In! Kemarilah duduk di dekatku saja!” pinta Ryeowook Oppa. Oh… dia pria yang kuceritakan tadi.

“Ah…go-gomawo, wookie Oppa,” ck, dia gugup sekali kelihatannya. Ini tidak buruk, aku bisa membuat mereka pacaran, bukankah aku pandai memasang-masangkan orang? Menarik!

“Oh, di mana magnae kita?” magnae? Bukankah magnae-nya ada di sini tengah mengobrol ria dengan sahabtku. Ck..ck..ck… efek umur, mungkin.

“Yaa! Oppa, secepat itukah kau menjadi rabun? Kau tak lihat magnae kalian ada di sampingmu?” ketusku sembari menggelengkan kepala.

“Dia bukan magnae, Nara-ya.” bukan magnae? Apa maksudnya?

“Apa maksudnya?” tanyaku penasaran pada Ikan amis itu. Siapa lagi kalau bukan Lee Donghae.

“Yaa! Hyung, kau tidak beri tahu dongsaeng-mu ini tentang magnae kita?” tanya si Ikan teri atau sebut saja monyet yadong—aku dengar itu julukannya yang lain—pada orang yang mengaku sebagai Oppa-ku, sebenarnya memang ia, tapi aku tidak sudi. Karena tingkahnya yang sangat aneh, sangat berbeda denganku. Tapi yang aku herankan kenapa banyak sekali fans-nya. Apa mata mereka pada rabun?

“Tidak, aku hanya beritahu pada ddangkoma.” mwo? Aishh… jinjja! Aku yakin dia itu reinkarnasi dari kura-kura bercangkang tiga dulu. Lihat saja, aku akan memangsa anakmu itu hidup-hidup.

“Cis…Menyebalkan!” decakku kesal.

“Kyaaaaaaaaa…. Oppaaaaaaaaaaaaa……oppaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. Kau tampan sekali!!!”

‘Apa lagi ini?’

 

 

__oOOo__

 

 

 

Author POV

 

 

“Kyaaaaaaaaa…. Oppaaaaaaaaaaaaa…… Oppaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Kau tampan sekali!” teriakan menggelegar mengiringi perjalanan namja tampan ini menuju kantin, layaknya selebritis dia dikelilingi yeoja-yeoja. Namun namja ini tak peduli, dia terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantin.

Magnae, kemarilah!” panggil seorang namja setengah berteriak dan melambaikan tangannya ke arah namja berhidung mancung ini. Dengan senyum yang merekah, namja ini pun berjalan menuju meja bernomor 01 itu.

Mianhae, aku telat!” namja ini membungkukan sedikit badannya. Setelah kembali tegak, matanya bertemu dengan mata yeoja yang tengah menatapnya seakan ingin memangsanya, tak percaya, aneh, atau apalah. Dengan tampang tak peduli,  namja bertubuh jangkung ini memalingkan pandangannya. Yah, yeoja itu Kim Nara. Entahlah! Mungkin Nara terhipnotis dengan wajah namja yang masih berdiri di hadapan sang Leader.

“Uhm…. Magnae. Kenalkan , ini uri dongsaeng!” ujar namja yang duduk di samping Nara yang masih menatap namja bertubuh jangkung itu. Ya, namja itu Lee Sungmin. Sungmin menepuk pundak Nara lembut.

“Cho Kyuhyun,” suara bas nan seksi keluar dari bibir namja ini lantas mengulurkan tangannya. Namun, Nara masih bergeming dengan gulatan di pikirannya, masih menatap lekat sang pemilik mata hazel itu, entah karena ketampanannya yang terlalu berlebihan, atau karena dia masih belum bisa mencerna dengan apa yang dilihatnya.

“Yaa… Nara-ya, waeyo?” Donghae melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Nara.

“Oh, begitu ternyata! Kau sudah berpaling dariku, Nara-ssi?” ketus Sungmin menyenggol lengan Nara.

“Ah, an-ani..ani. Kim Nara,” Nara menyambut uluran tangan Kyuhyun, sedikit nerveous mungkin, tapi bukan Nara namanya kalau tidak bisa mengendalikan ekspresi, “Bagaimana bisa kalian mengenalnya, dan bagaimana bisa dia bergabung dengan kalian?” sambung Nara dengan kerutan dahi yang menandakan betapa penasarannya dirinya sekarang. Sepertinya dia mengenal namja yang bernama Kyuhyun ini, pernah bertemu dengannya. Tapi entahlah! Mungkin hanya imajinasinya yang berlebihan.

“Kami hanya teman lama. Dan wajahnya yang tampan itu, pastinya masuk dalam kategori princes bukan? Bagaimana menurutmu ?” tanya Donghae dengan penuh keyakinan. Nara yang mendengar ocehannya hanya mengerutkan dahinya.

“Whoa….yakin sekali kau, Ikan amis?” Nara menyeringai sinis, “Oke guys,  aku bisa gila dan frustrasi bila berlama-lama di tempat yang penuh dengan ‘megafillia’ ini. Ayo pergi Ga In!” masih dengan tampang menyebalkan menurut para namja tampan itu, Nara menarik paksa lengan Ga In dan  beranjak dari tempat duduknya , lantas meninggalkan princes yang masih tersenyum jail melihat tingkah dongsaeng kesayangan mereka yang menurut mereka sangat menggemaskan.

Kyuhyun POV

 

 

Hari ini sepertinya tidak begitu buruk, bahkan cuaca juga mendukung aktivitasku. Tak terasa sudah seminggu aku kuliah di sini. Hari ini tugas dari Lee seonsaengnim cukup membuat jari-jariku gemetar. Perpustakaan! Yah, jalan satu-satunya agar tugas ini selesai hari ini juga, jadi mau tak mau aku harus meluangkan waktuku ke perpustakaan, tidak ada PSP hari ini.

“Hah! Akhirnya, selesai juga tugas ini. Aku lapar, Hyungdeul pasti sudah menunggu di kantin. Aku harus ke sana sebelum cacing-cacingku beraudisi di dalam perut yang hanya sejengkal ini,” helaan napas singkatku cukup membuat otot-ototku lemas kembali. Baru saja kulangkahkan kakiku dari pintu perpustakaan elite ini, suara para yeoja sudah bergeming di telingaku. Yah! Beginilah aku, selalu dan selalu. Bagiku semua sama saja , Tokyo dan Seoul.  Para yeoja tak jauh berbeda, hanya saja di Tokyo mereka lebih lembut, sementara di Seoul mereka agresif sekali. Bahkan kemarin, sewaktu aku pulang dari kampus, mereka mengejarku sampai di depan rumahku. Entah dengan jurus apa mereka bisa menemukan tempat tinggalku, tak bisa kubayangkan.

“Kyaaaaaaaaa…. Oppaaaaaaaaaaaaa……Oppaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Kau tampan sekali!” teriakan menggelegar mengiringi perjalananku hingga aku tiba di kantin.

Magnae, kemarilah!” ku hentikan langkah kakiku saat seorang namja melambaikan tangannya memanggilku. Leeteuk Hyung yang memanggil, dengan segera aku berjalan menuju singgahsananya.

Mianhae, aku telat!” ujarku dengan sedikit membungkuk, bagaimanapun aku paling muda di antara mereka. Setelah kutegakkan kembali badanku, mataku bertemu langsung dengan mata seorang yaoja yang duduk di samping Sungmin Hyung. Namun, dengan sigap kualihkan pandanganku darinya.

“Uhm…. Magnae. Kenalkan , ini uri dongsaeng,” ku lirik sekilas yeoja yang duduk berhadapan dengan Donghae Hyung, setelah kudengar namja di sebelahnya memperkenalkannya kepadaku.

“Cho Kyuhyun,”kuulurkan tanganku, dan mencoba untuk memperhatikan wajahnya, memperhatikan penampilannya yang bisa dikatakan terlihat aneh di mataku.

“Yaa! Nara-ya, waeyo?” Donghae Hyung melambai-lambaikan tangannya di depan wajah yeoja bernama Nara ini, lihat wajahnya saat tersadar dari menatapku. Itu menggemaskan. Sedikit!

“Oh, begitu ternyata! Kau sudah berpaling dariku, Nara-ssi?” ketus Sungmin Hyung pada yeoja di sampingnya.

“Ah… an- ani….ani. Kim Nara,” dia menyambut uluran tanganku, yang memang sudah sedikit lelah karena menunggu dirinya sadar dari lamunan.

“Bagaimana bisa kalian mengenalnya, dan bagaimana bisa dia bergabung dengan kalian?” pertanyaannya, membuatku menatapnya tajam, namun dia tidak melihatku melainkan Leeteuk Hyung yang ada di samping kirinya.

“Kami hanya teman lama. Dan wajahnya yang tampan, pastinya  masuk dalam kategori Princes, bukan? Bagaimana menurutmu?” kulihat ekspresinya berubah saat Donghae Hyung menekankan kata ‘princes’.

“ Whoa….yakin sekali kau, Ikan amis!”

“Oke guys,  aku bisa gila dan frustrasi bila berlama-lama di tempat yang penuh dengan ‘megafillia’ ini. Ayo pergi Ga In!” mwo? Megafillia? Sedikit kaget dengan ucapannya, namun yang dia katakan ada benarnya juga.

Eottae?”  pertanyaan super singkat itu keluar dari mulut Yesung Hyung. Sepertinya tertuju padaku karena matanya melihatku sekarang.

Mwo?” tanyaku balik sembari memasukan satu biskuit coklat ke mulutku.

Nae dongsaeng? Yeppo?” aku mengernyitkan dahiku. Menatap datar gelas kosong bekas yeoja itu. Aku hanya menggelengkan kepalaku.

Jinjja? Baru kau yang berpendapat begitu, Kyu!” serempak Wookie dan Eunhyuk Hyung, menatapku intens yang kembali memakan biskuit coklat.

“Apa yang istimewa? Lihat pakaiannya, kaus kakinya, sepatunya, bahkan rambutnya. Seperti itukah dongsaeng-mu itu, Hyung? Tsk!” decakku kesal dan secara objektif menilai penampilan yeoja aneh itu. Karena itu aku bilang dia aneh, penampilannya layaknya penyanyi papan rumah. Namun, sepertinya ucapanku tadi hanya membuat Hyungdeul tertawa.

“Yaa! Kenapa tertawa? Aku tak bercanda. Hyung, ajari dia cara berpakaian layaknya seorang yeoja, dan penampilannya itu seperti anak sekolah, bukan anak kuliah. Mana ada seorang mahasiswi yang masih memakai kaus kaki warna-warni seperti anak sekolah, seperti dia!” kupasang raut wajah sinis menatap para Ahjussi ini.

“Aku pikir kau….,” belum sempat dia melanjutkan kata-katanya, aku sudah memberi tatapan mematikan ke matanya. Dia hanya menunjukan senyum nya yang sedikit membuat perutku mual.

————– Be My Teacher, Please! ————-

Akhirnya perkuliahan hari ini selesai, sebelum para yeoja mengikutiku lagi seperti kemarin, kulangkahkan kakiku cepat menuju parkiran. Kuraih ponsel dari saku celanaku, lekas kuketik pesan ke semua Hyungdeul. ‘Hyung, aku harus pulang sekarang. Kalau kalian masih ingin melihatku besok. Paii…! Kira-kira seperti itu lah isi pesanku, aku tak begitu yakin, karena posisiku saat mengetik sambil berlari. Belum sempat aku mengirim pesan itu….

BRUKKK!

 

 

“Auuuu!” ringis seorang yeoja yang menabrakku. Eh? Aku yang menabraknya atau dia yang menabrakku? Kulihat dia tengah mengelus ….ehmm….belakangnya itu. #bokong Oppa . Kyuppa : gag sopan thor. Author : yayayayaya… #APAINI?

“Yaa! Kau punya mata tidak? Lihat, kau membuat bokongku seakan remuk. Aish!”

Neo?” serempak kami berdua, setelah dia mendongakkan kepalanya, dan aku juga terkejut, ‘yeoja aneh’. Dia bangkit dari keterpurukannya, aku mencoba mengulurkan tanganku. Namun…

“Aku bisa sendiri.”

“Yasudah,” ucapku datar dan berlalu darinya.

“Dasar namja tidak berperasaan!”

Kuhela napasku singkat, mendengar ucapan ketus itu… telingaku agak panas, segera kumundurkan langkahku, mensejajarkan tubuhku dengan tubuhnya yang … ehmm … pendek.

“Ulangi!”

MWOO?”

“Bisakah kau biasa saja? Tadi aku sudah berbaik hati mengulurkan tanganku padamu, kau malah menolaknya. Salah siapa?” ucapku enteng mengangkat daguku angkuh, “Kau suka padaku?” godaku dan dibalas dengan tatapan mengancam darinya.

“PAIII!” hah…. coba lihat dia. Mempermainkanku! Aku hanya menatap punggungnya yang telah berlalu dariku. Aku pun mengikuti jejaknya berlari ke parkiran, sebelum para yeoja mengejarku seakan aku makan malam mereka. Mengerikan!

 

Author POV

 

 

Saat setelah Nara berlalu dari Kyuhyun, sepanjang dia berlari, yeoja bertubuh mungil ini hanya bergerutu kesal, seraya memanyunkan bibirnya. Tujuannya sekarang adalah DVD’s Center, karena saat masih di kelas Nara mendapat pesan dari Taemin.

“Oh! Terima kasih Tuhan, akhirnya aku tiba di sini dengan keadaan utuh dan masih sehat.” dengan napas yang terengah-engah, Nara tiba di DVD’s Center. Sebelum masuk dia menstabilkan deru nasapnya. Stabil! Yeoja berlesung pipi ini mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam pusat dari segala jenis dvd game, matanya langsung tertuju pada dvd yang terpajang cantik di depan rak paling depan. Dengan gerakan sepuluh langkah, dia mendekati dvd itu dengan mata berbinar-binar sempurna.

“Whoa! Berapa tahun aku menunggu mu? 1, 2, 10…. Aghh, sudah tak terhitung. Akhirnya kau datang, honey!” pujinya pada benda mati di depannya dengan menautkan kedua tangannya, dan meletakannya ke pipi kirinya, “Yeah… kau milikku , baby!” ucapnya mesra. Baru saja dia mau mangambilnya dari rak, tangan nan panjang  sudah lebih dahulu memegang dvd itu. Perlahan Nara melihat ke arah lengan itu berasal.

Neo!” jari telunjuk Nara sudah berada sempurna di depan wajah namja yang bisa dikatakan  ini ketiga kali pertemuannya. “ Yaa! Apa kau buntutku? Kenapa kau selalu mengikuti ku, eoh?” kesal Nara dengan sedikit berteriak, membuat semua tamu yang ada di dalam melihat Nara dengan tatapan seakan menyuruh Nara mengecilkan volume suaranya. Nara hanya menundukkan kepalanya sedikit, dan kembali melihat namja yang mengambil dvd gamenya.

“Ini milikku, aku yang pertama kali melihatnya.” Nara menarik dvd itu dari tangan namja yang melihat datar Nara.

“Belum. Dvd ini masih menjadi milik game’s center.” Kyuhyun menjulurkan lidahnya ke arah Nara.

“Tapi sekarang aku akan membelinya. Cepat-cepat kembalikan!” pinta Nara sambil memainkan jarinya mengisyartkan ‘kembalikan!’

Shireo!” ujar Kyuhyun singkat dan melenggang berlalu dari Nara yang masih terperangah melihat tingkah Kyuhyun yang semakin memuakan menurutnya.

“Kembalikan!” Nara menghalangi jalan Kyuhyun dengan merentangkan kedua tangannya.

“Minggir!” Kyuhyun menurunkan tangan kanan Nara.

Aniya, sebelum kau mengembalikannya,” tukas Nara kini wajahnya sudah merah menyala. Emosinya sudah di ubun-ubun. Mungkin akan meledak sebentar lagi.

“Kau mau?” tanya Kyuhyun datar dan disertai anggukan keras dari Nara. Saat itu senyum sudah mulai keluar dari bibir mungil Nara karena ia berpikir bahwa dvd itu akan Kyuhyun berikan untuknya. Namun pikiran itu salah besar.

“Yaa! A-apa yang kau lakukan? Heiiiiiii, berhenti kau!” setelah sekitar tiga menit Nara mematung karena ulah Kyuhyun yang tentu saja membuat darah Nara berdesir, jantungnya berdetak tiga kali lebih cepat. Nara berteriak sejadinya, membuat sedikit dvd di atas rak itu berjatuhan. Nara berlari ke luar, dan mencari cari sosok namja yang telah membuatnya membeku layaknya es batu.

“Cho Kyuhyuuuuuuunnn, kau akan mati di tanganku. Kau mengambilnya…. Aish! BABO NAMJA!” Nara semakin frustrasi dan terus mengelap bibirnya yang telah dinodai (?) oleh bibir Kyuhyun. “Cho Kyuhyunnnn, hiks… hiks..  itu first kiss-ku. Aish! Neo….akan mati besok. Lihat, apa yang akan kulakukan padamu namja kurang ajar?” Nara berteriak histeris sambil berjalan menjauh dari game’s center dan tentunya masih mengusap bibir akibat kecupan singkat dari Tuan Cho.

Di balik mobil hitam metalik , Kyuhyun ternyata bersembunyi dan tentu saja tertawa melihat tingkah Nara yang frustrasi akibat ulahnya. Kyuhyun pun masuk ke mobilnya dan melajukan mobil itu dengan kecepatan rata-rata. Di dalam mobil, Kyuhyun menyeringai puas.

“Wajahnya…. Hahahha…. Kenapa bisa seperti itu? Hahahhaa …. lucu sekali!” dengan rasa tidak bersalah Kyuhyun masih saja tertawa melihat ekspresi Nara tadi yang seperti orang bodoh karena kecupan singkat itu.

***

 

Nara POV

 

“Yaa! Apa yang dilakukan namja itu? Dia telah mencurinya dariku, mengambil dvd-ku sesukanya!” aku terus bergerutu sepenjang jalan kenangan, menghentak-hentakan kakiku kasar, sesekali merengek entah pada siapa. Aku akan membalasnya, lihat saja nanti!

“Habis kau Kyuhyun Babo!” sepertinya evil smirk telah manampakkan wujudnya di bibirku. Aku berjalan lurus menuju halte bus, karena hari ini aku tidak pulang bersama Yesung Oppa. Aku merelakan uang sakuku untuk naik bus, demi dvd itu. Tapi, Kyuhyun babo itu telah merebutnya dariku ditambah bonus dariku yang sangat-sangat tidak kurelakan.

Lima belas menit sudah aku menunggu bus, namun belum juga datang. Aku menatap  ke jalan raya, kulihat mobil putih tengah melaju santai. Dengan gerakan sigap aku memberhentikan mobil itu dengan tangan kiriku, tentunya mobil itu sangat familiar di mataku. Mobil siapa lagi, kalau bukan mobil Yesung Oppa. Oppa-ku tersayang _hoeeek_. Tanpa disuruh, aku langsung membuka kasar pintu mobil itu, dan menutupnya dengan acara banting.

“Yaa! Kenapa kau memperlakukannya seperti itu, eoh?” si kepala besar ini hampir saja menjitakku, aku cepat-cepat melindungi kepalaku dari tangannya itu. “Mworageo? Pipimu, kenapa dengan pipimu? Seperti tomat busuk!” tanyanya, sedikit menunduk melihat pipiku yang memang sedari tadi masih memperlihatkan rona merah.

Aniya. Cepat jalan! Aku sudah lapar,” jawabku singkat, dan menyuruhnya untuk melajukan mobil dengan alasan ‘aku lapar’.  Aku hanya menatap kesal jalanan di depan. Aku sudah tidak sabar untuk mengunyah Kyuhyun babo itu. Aku ingin hari ini berlalu berganti hari esok. Maka dengan begitu, semakin cepat pula aku meremas bibir setan itu.

Lima belas menit perjalanan, kami tiba di rumah. Dengan wajah kusam, lelah, letih, lesuh, lunglai, aku berlari kecil masuk ke rumah, aku tahu sekarang majikan ddangkoma itu tengah memandangku aneh. Tapi, biarlah! Aku ingin segera tiba di kamar, dan langsung mencuci wajahku, terutama bibirku dengan bunga tujuh rupa.

Sampai di kamar, seperti yang kukatakan, aku mencuci wajahku, dan mencuci bibirku dengan air…. saja. Saat aku merebahkan tubuhku ke kasur king size yang berwarna biru dengan gambar mickey mouse ini, ponselku bergetar. ‘No name’ batinku. Kubuka pesan itu, dan….

“Kau lucu sekali. Pipimu memerah seperti tomat bawang cabe. Hahahaha, chukaeyo, itu first kissku. C.K!”

 

 “CHOOOOOOO KYUHYUUUUUUUUUUUUUNNNNNN”

TBC….or End???

Fyuhhhhhh!!!!! Elap kelingat yang udah banjel dilantai. Eotte? Buruk…. Ck! Mollayo… kagak bisa ngemeng lagi. yang penting bantu author pake do’a dan RCL dari readers yowww… see you next chaptered. *deep bow bareng choco.

68 thoughts on “Be My Teacher, Please! [Chapter 1]

  1. Anyeong ,,aku reader bru ..salam kenal
    ga papa kn aku panggl eonni ..kyk nya ga enak aja klo manggl author dng kta ‘saeng’
    Ffnya lanjutin ya …HwaitingFfnya lanjutin ya …HwaitingFfnya lanjutin ya …HwaitingFfnya lanjutin ya …Hwaiting !!!

    • annyeong :)

      q juga gak suka dipanggil author atau admin…
      boleh panggil aku ‘nara atau tyara’. kagak enak jugak kan, kalau chingu lebih tua dari saya…
      panggil nama ajja…

      gomawo for coming…
      nara pindahan dari Fanfiction.net ataupun FB…
      Hwaiting :)

  2. aku mau koment yach…
    gpp dunk eonn…
    walaupun udah baca berulang kali di FB

    okay, lanjut eonn

    cemunguuuuuuuuuutttttttt :)

  3. whoaaa!!!
    keren eonn ff nyaaa….
    bahasanya nyantaiii
    hihihihiihi

    lanjut ya eonn ff nya
    aku tunggu loooooooooooooooohhhhhhhhh
    kocak tuh nara sama bang kyu :D
    ngakak gila gua bacanya eonn…

    hahahahhahah

  4. whoaaaa
    seru ni ceritanyaaa… kasian nara dikasih tugas sebanyak itu…
    sabar ya nara….
    semua ada hikmahnya…

    ya ampun bang kyu dimana-mana selalu buat ulah…
    nara enak banget dikelilingi namja-namja tampan
    #ngiri

  5. bruakakakkakkaa

    kocak beuddhh

    kasian nara, udah kenak banjer bandang, eh dapat tugas 1 buku tebal…

    itu lagi para prince, membuatku ikut meleleh membayankan mereka…

    kyuhyun, oooohh evil mu selalu aja membuat masalah..
    #digampar

  6. yaaahh?? apa-apan ini FF, kenapa perut ku sampe sakit bacanyaa???

    udah malam jugak nih, hampir digeplak eomma…

    seru nih FF, lanjut lah, mau abisin mpe part 6…

    ehhehehehehehehehe

  7. annyeong eonn, mau koment nih…
    nara eonn : silahkan
    #plak
    #abaikan

    FF nya sumpah buat perutku sakit, barusan tadi nonton(?) “kyuhyun n ramyeon”. lah, baca nih FF makin gak ada suara jadinya…

    daebak eonn, nara sabar nde….??
    kyuhyun oppa neomu nappeun, first kissnya nara dicopet.. :(

  8. unni, sebelumnya mau koment tentang widgetmu…
    aku suka lagu only human,, itu lagu japang kan????

    itu soundtarck atau apa un??

  9. after read this fanfiction
    beneran banyak typo unn.. kkkkk
    tapi, singkirkan dulu typo2 itu…

    sukaaaaaaaaaaaaaaaaa bngeeeeeetttt ff nya.. beneran deh…
    kocak, seru, oon banget tuh nara
    #digamparueunni
    ampun eonn…
    tapi beneran keren…
    next>>

  10. nae yakin nih FF pertama unni kan???
    soalnya banyak typo.., tapi di FF lainnya rapi, typo mah lewat…
    goodjob unn, cepat banget perkembangannya… 100 jempol buatmu…
    review nae bwt nif FF, kocak, seru, seger gitu mata baca yg tampan2 itu…
    dan kyu kurang ajar lu, nyium nara gak ngemeng2
    #semprol

  11. Nih ff udah lama eonn baca…
    Baru sempet komen…

    somplak beudh…
    Sikyu kurang ajar bgt nyurik bibir sinara #plak

    keren… Ceritanya mnarik… Gak nyesel baca mpe chap 6…
    Nih ff disaranin baca sma temen… Ktanya bgus… Ada kta2asingnya…
    Ternyata memang Daebak :)

  12. Annyeong…. reader baru ni eonn…

    Naneun Cha Hyo Rim imnida…
    bangapseumnida…

    aku suka ff nya, kocak… lucu… dan keren abis lah…
    apalagi ada namja-namja ku… #tengoksiryeowookoppa
    :D
    segitu dulu komennya… nae mau lanjut chap 2 :D

  13. aduh,.. baru kesempetan baca kek gini…

    keren eonn…

    feelnya dapet, berasa lihat langsung… sinara lucu… kocak dan itu para princes keren abis #meleleh

  14. Hahahahhaa…. aduh kyuppa kau emang bisa buat orang terdiam kek gitu…
    huwa kocak seru romantis lah pkoknya… ff yg memang bener2 banyak princes nya..
    next baca >>> :D

  15. annyeong…. salam.kenal reader baru
    nemu blog ini dr salah satu wp yg km singgahin n komen promosi blog wp ini…..
    ff kyuhyun emang slalu.q cari….
    kyuhyun gimana sih masa main cium gt aja mana curi ciuman pertama y Nara lg n nara dongsaeng segenk y dia….
    ya ampun bakal diapain ya kyuhyun bsk ma Nara???

  16. Kalo baca ff disini kayaknya kudu siap2 ketipu. Hari ini udah 3x. Eh tapi kalo bersambung gak ada tipu2 kan chingu?? Tipu nya bikin ngakak siiih jadi seneng2 aja baca nya. Happy writting!!!

  17. annyeong chingu..
    perkenalkan saya reader baru..
    ketemu blog ini waktu bnyak ff di blog khazakikyu…

    segitu aja y.. mau lanjut lagi…
    ffnya keren, suka sama gaya bahasanya..

  18. tanpa di sengaja aku nemu blog ini yg tertarik baca ff yang ini sumpah kocak scene Kyuhyun nara ini genre nya romance kan? iya aja deh hihihi

    • Annyeong *lambailambai*

      senengnya ada reader baru *peluk*

      Bisa dibilang cuma bagian awal aja mereka begitu..
      eh… KAGAK bisa dibilang romantis juga… NYOLOT iya…

      salam kenal, dearest! :)

  19. Wkwkwkwkkw.. Ini ff agak menggila sedikit ternyata wkwkwk xD #aku tau ini blog dari hyunhyuncircle eonnie wkwkwk xD kayanya ff ff nya bagus bagus aku suka.. Wkwkwk xD terutama ulzzangnya meskipun aku suka ulzzang park channie aku lebih ngesreg sama kim shinyeong gitu ;;)

    • Halo, Dearest! *lambailambaitangan*
      SELAMAT DATANG Di FFiction Latte, ndeee…

      soal Ulzzang… Shin-Yeong Eonni emang Favoritku kebetulan, Dear…

      Suka ngerasa tingkahnya saat pose sangat cocok sama karakter Nara,,, *muntahanedijamban*

      Nikmati sajian gak genah kami yooooh :)

  20. Annyeong, aku reader baru di FF ini kkk~ kemarin aku baca chap 10 nya, karena ceritanya seruuu banget, dan rasanya gak afdol kalo gak baca dari awal :3 jadi aku ubek-ubek(?) wp nya buat nyari kelengkapan ni FF :v

  21. Huahaha kyu tanpa dosa malah kirim pesan ke nara wkwk~
    Part 1 aja dah kaik gini gmana next part’a??

    Nextttttt.. ;)

  22. annyeong aku reader baru, ijin baca ff nya.
    cerita nya kocak, nara sedikit aneh. udah kuliah tapi tetep pakai kaos kaki warna-warni.

♥♥♥ COMMENT HERE, AMICO ♥♥♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s